CALL US NOW 0851 0004 2009
KLIK DONASI

Tahukah Bunda, Apa Saja Tanda-tanda Si Kecil Akan Lahir?

Melahirkan merupakan suatu moment yang ditunggu-tunggu sekaligus proses yang panjang dan melelahkan. Sebelum memasuki tahap tersebut, Bunda akan mengalami tanda-tanda menuju persalinan. Namun perlu diingat, tidak semua wanita mengalami tanda-tanda melahirkan yang sama.

Untuk mempersiapkan diri dan bersiaga dalam menghadapi persalinan, Bunda dapat memerhatikan beberapa tanda-tanda menuju persalinan yang mungkin terjadi pada fisik dan emosional. Adapun dari segi fisik, beberapa tanda pasti melahirkan yang perlu Bunda ketahui yaitu:

  1. Keluar lendir kental bercampur darah dari vagina. Selama hamil, serviks ditutupi oleh lendir yang kental. Namun ketika mendekati persalinan, serviks akan membesar dan membuat lendir itu keluar melalui vagina. Warnanya bisa bening, merah muda, atau sedikit berdarah. Namun lendir bercampur darah tidak selalu menjadi tanda awal bahwa Bunda akan melahirkan. Lendir berlebih juga biasa terjadi pada ibu hamil akibat adanya kenaikan hormon. Beberapa ibu hamil juga tidak merasakan tanda-tanda awal ini.
  2. Merasakan kontraksi. Kontraksi atau yang biasa kita sebut mulas dan perut tegang merupakan tanda pasti yang dialami oleh ibu yang akan bersalin. Kontraksi dibedakan menjadi kontraksi palsu dan kontraksi persalinan:
    • Kontraksi Palsu. Kontraksi ini biasa disebut Braxton Hicksatau terjadi pengencangan perut yang datang dan pergi. Namun pengencangannya tidak sekuat kontraksi sungguhan ketika melahirkan. Biasanya kontraksi ini berlangsung 30 hingga 120 detik. Berbeda dengan kontraksi sungguhan, kontraksi Braxton Hicks dapat hilang ketika Bunda berpindah posisi atau relaks. Kontraksi ini akan Bunda rasakan sebelum mengalami kontraksi sungguhan. Perbedaan lain kontraksi ini dengan kontraksi sungguhan, yaitu kontraksi Braxton Hicks hanya terasa di daerah perut atau panggul, sementara kontraksi sungguhan biasanya terasa di bagian bawah punggung kemudian berpindah ke bagian depan perut. Kontraksi palsu ini terjadi tidak teratur dan mudah hilang.
    • Kontraksi persalinan. Kontraksi ini akan dirasakan Bunda saat menjelang persalinan atau menjadi tanda pasti bahwa Bunda akan segera menjalani persalinan. Ibu hamil merasakan kontraksi yang berbeda-beda. Beberapa ibu hamil tidak merasakan mulas melainkan sakit pinggang, sakit perut bagian bawah atau merasakan perut tegang. Satu hal yang harus Bunda ketahui mengenai kontraksi adalah setiap kali Bunda merasa perut tegang dan keras seperti papan/tembok di bagian atas pusar maka dapat dipastikan Bunda mengalami kontraksi. Hal ini juga dapat disertai dengan rasa mulas, sakit pinggang atau sakit perut bagian bawah. Bunda akan merasakan kontraksi yang semakin sering, teratur dan semakin lama. Hal ini menandakan bahwa waktu persalinan semakin dekat.
  3. Perubahan pada serviks (mulut rahim). Jaringan pada serviks Bunda akan melunak atau menjadi elastis. Jika Bunda sudah pernah melahirkan, serviks akan lebih mudah membesar sekitar satu atau dua sentimeter sebelum persalinan dimulai. Namun jika baru pertama kali mengalami masa-masa ini, pembukaan serviks sebesar satu sentimeter tidak bisa menjadi jaminan akan segera melahirkan. Serviks akan membuka hingga 10 cm seiring mulas yang semakin kuat dan perasaan ingin mengedan yang kuat. Disini Bunda harus pandai mengendalikan rasa mulas dan perasaan ingin mengedan hingga serviks membuka sempurna. Mengatur nafas sangat disarankan, yaitu dengan menarik nafas panjang dari hidung dan menghembuskannya dari mulut sebagai distraksi atas rasa nyeri persalinan.
  4. Air ketuban Tanda melahirkan paling umum yang diketahui oleh kebanyakan orang adalah pecahnya air ketuban. Kebanyakan wanita lebih dulu merasakan kontraksi sebelum air ketuban pecah, tapi ada juga yang mengawalinya dengan pecahnya ketuban. Tanda khas ketban adalah baunya yang amis, cair tidak berlendir, dan keluar seperti kencing yang tidak bisa ditahan. Ketika hal ini terjadi, biasanya persalinan akan menyusul dengan segera. Namun bahayanya, jika air ketuban sudah pecah, tapi Bunda tidak juga mengalami kontraksi, maka bayi akan lebih mudah terserang infeksi. Hal itu dikarenakan cairan yang selalu melindungi bayi dari kuman selama berada di kandungan ini telah habis. Jika hal ini terjadi, proses induksi akan dilakukan untuk keselamatan bayi. Jika Anda sudah mengalami pecah ketuban, bergegaslah ke rumah sakit tidak perlu menunggu adanya kontraksi. Biasanya persalinan akan terjadi sekitar 24 jam setelah ketuban pecah.

Sementara dari segi emosional, Bunda bisa merasa mudah marah atau moody selayaknya masa-masa pramenstruasi. Saat-saat seperti ini sangat diperlukan dukungan dari orang-orang sekitar terutama.

Bagaimana Bunda? Semoga dengan ini Bunda dapat lebih waspada dan dapat lebih mempersiapkan diri untuk menjalani persalinan. []