CALL US NOW 0851 0004 2009
KLIK DONASI

Kenali Penyebab Sakit Perut pada Bayi

Sakit perut bisa jadi masalah kesehatan yang umum terjadi.

Namun kadang Si Kecil tidak bisa mengidentifikasi apa yang ia rasakan sehingga sulit bagi Bunda bagaimana melihat penyakit yang ia rasakan.

Untuk itu, ada baiknya Bunda mengetahui aneka perbedaaan dari penyebab sakit perut pada bayi agar menangani yang tepat sesuai dengan gejalanya.

1.Sembelit

Sembelit pasti menimbulkan gejala sakit perut.

Gejala paling umum yang ditimbulkan dari sembelit adalah intensitas buang air besar yang kurang.

Selain itu, biasanya tinja cenderung keras dan kering sehingga menyebabkan bayi kurang nyaman saat buang air besar.

Berikan bayi cukup cairan untuk mengatasi sembelit.

Jika sudah terlalu parah,  Bunda bisa memberikan obat untuk melunakkan tinja.

2.Begah

Anak yang begah agak sulit diidentifikasi.

Biasanya ia hanya rewel dan menangis saja karena merasa gas di perut yang tidak nyaman.

Anak akan memiliki gas di dalam perutnya jika mengonsumsi pemanis buatan atau sayuran seperti kol.

Maka dari itu, jika setelah makan Si Kecil cenderung rewel artinya ada makanan yang kerap membuatnya menjadi begah.

3.Flu perut

Gejala diare berat, muntah dan kehilangan nafsu makan bisa jadi gejala flu perut atau bahasa ilmiahnya gastroenteritis.

Asupan cairan untuk mencegah dehidrasi dan mengatasi ketidak seimbangan elektrolit sangat dibutuhkan untuk mengatasi kondsi flu perut.

4.Intoleransi laktosa

Jika si kecil diare, muntah, tinja berdarah dan ruam setelah mengonsumsi susu, bisa jadi ia alergi susu.

Dalam hal ini, tubuh sedang merespon protein yang ada di dalam susu.

Meskipun ia mengalami alergi susu,  Bunda perlu selalu memberinya asupan kalsium yang cukup untuk tetap menjaga tumbuh kembangnya.

5.Penyumbatan usus atau masalah pencernaan yang lebih serius

Penyebab sakit perut pada bayi yang mungkin terjadi adalah masalah pada saluran pencernaan.

Bunda bisa melihat tanda-tanda yakni sakit perut yang tidak kunjung sembuh dan bahkan meningkat intensitas dan frekuensinya.

Jika sudah mengalami hal ini, ada baiknya  Bunda langsung membawanya ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

 

Source: nakita.id