CALL US NOW 0851 0004 2009
KLIK DONASI

Kata Siapa Prenatal Class Hanya untuk Menengah Ke Atas?

RBC-UPDATES,– Kehamilan merupakan suatu pengalaman hebat bagi setiap wanita. Tidak hanya kehamilan, bersalin dan masa nifas pun mengambil porsi yang cukup besar dalam memberikan pengalaman hebat bagi wanita. Pada hakikatnya tiga fase siklus reproduksi wanita ini tidak dapat dipungkiri memberikan kesan tersendiri dalam hidup.

Mengingat pentingnya fase ini, maka seiring berkembangnya zaman dan teknologi, kini banyak para ibu yang berlomba mengembangkan diri, mencari ilmu dan mengikuti kegiatan yang bisa menunjangnya untuk menghadapi 3 fase ini terutama pada fase masa kehamilan. Berkembang suatu langkah pengembangan diri dikalangan ibu hamil yang saat ini banyak digandrungi dan sedang in yaitu kelas ibu hamil atau prenatal class.

Namun sayangnya, prenatal class ini masih bersegmen pada kalangan menengah ke atas. Tidak semua bisa mengaksesnya. Sedangkan, prenatal class ini pun dibutuhkan oleh para ibu yang minim pengetahuan dan pendidikan. Maka untuk itulah RBC hadir dan menyelenggarakan prenatal class bagi member yang notabene membutuhkan pengetahuan lebih. Program ini telah dilaksanakan oleh RBC pada hari Kamis lalu (17/05/18) dan sudah menginjak pada pertemuan kedua. Program prenatal class member ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap minggu selama 1 bulan untuk tiap kelompok. Walau jadwal kali ini bertepatan dengan bulan Ramadhan namun para ibu terjaga antusiasmenya untuk tetap mengikuti kegiatan ini.

Dengan dipandu oleh Bidan Maryam dan Bidan Anugrah, prenatal class yang mengusung tema “Trauma Healing dan Terapi Upaya-Upaya Peningkatan Ruhiyah Islam Dengan Beberapa Amalan Ibadah” ini di kemas dengan santai dan menarik. Trauma healing sendiri adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk membantu orang lain mengurangi bahkan menghilangkan gangguan psikologis yang sedang dialami yang diakibatkan syok atau trauma. Entah itu trauma masa lalu ibu, trauma kehamilan dan persalinan lalu yang mempengaruhi kehamilan sekarang ataupun beban psikologis yang dirasakan ibu.

Kegiatan pertama para ibu hamil diminta untuk mereview sedikit materi sebelumnya, kemudian dilanjut dengan sharing mengenai proses persalinan yang pernah ibu alami sebelumnya. Peserta diberikan penjelasan mengenai konsep healing dan ruhiyah terapi yang berkorelasi dengan beberapa pengalaman persalinan ibu yang lalu. Tak sedikit ibu hamil yang terharu dan menceritakan pengalamannya sembari meneteskan air mata.

Pada akhir sesi ibu diminta untuk membacakan ceritanya masing-masing mengenai pengalaman persalinannya yang lalu dan harapan terhadap persalinan yang akan dihadapi. Tak lupa, sebagai tugas pada pertemuan berikutnya ibu diminta untuk membuat table terapi ruhiyah yang harus ibu lakukan setiap hari seperti doa dan dzikir, berbagi, memaafkan, ibadah harian dan bersyukur.

Diharapkan dengan adanya program ini para ibu hamil tidak hanya berkembang secara pegetahuan saja, RBC ingin para ibu hamil ini mumpuni dalam pengetahuan dan rohani serta selalu melibatkan Allah dalam segala fase kehidupan. []